#3 Pencemaran Lingkungan?
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Lingkungan adalah suatu sistem kompleks yang berada di luar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Lingkungan tidak sama dengan habitat (Irwan, 2010: 108). Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu memiliki komponen yang lengkap, terjadi interaksi antarkomponen, setiap komponen berperan sesuai dengan fungsinya, terjadi pemindahan energi (arus energi), dan daur biogeokimia. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi berbagai perubahan, misalnya berkurangnya fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen sehingga memutus mata rantai dalam ekosistem. Salah satu faktor penyebab terganggunya lingkungan adalah pencemaran atau polusi.
Pencemaran lingkungan (polusi) adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan. Polusi juga dapat diartikan sebagai berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu. Hal itu menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai dengan peruntukannya (Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Suatu zat dapat disebut polutan apabila jumlahnya melebihi jumlah normal serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara bermanfaat bagi tumbuhan, tetapi lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak. Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi pencemaran udara, pencemaran air, dan pencemaran tanah. Selain itu, ada pula pencemaran suara.
Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah proses masuknya bahan pencemar berupa makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau secara alami sehingga terjadi penurunan kualitas udara sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak berfungsi. Bahan pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut:
- Gas H2S. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
- Gas karbon monoksida (CO) dan CO2. Gas CO tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas CO2 dalam udara murni berjumlah 0,03%. Jika melebihi batas toleransi ini, dapat memngganggu pernapasan. Selain itu, gas CO2 yang berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi bertambah panas. Pemanasan global di bumi akibat CO2 disebut juga sebagai efek rumah kaca.
- Partikel sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk awan di dekat permukaan tanah yang dapat mengganggu pernapasan.
- CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.
- Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu dan serbuk sari juga dapat mengganggu kesehatan.
- Batu bara yang mengandung sulfur jika dibakar akan menghasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida bereaksi dengan uap air dan oksigen menghasilkan asam sulfur. Asam sulfur membentuk kabut dan akan jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam. Selain asam sulfur apabila karbon monoksida dan karbon dioksida bertemu dengan air pun akan membentuk asam karbonat yang dapat menyebabkan hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pernapasan serta perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih tumbuhan.
Sumber pencemaran udara lainnya dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif ini akan terakumulasi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Pencemaarn nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit kelainan gen, dan bahkan kematian. Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
Pencemaran Air
Pencemaran air adalah masuknya polutan ke dalam air atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa jenis bahan penemar sebagai berikut :
- Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya sisa detergen, dapat mencemari air. Buangan industri, seperti timbal (Pb), raksa (Hg), seng (Zn), dan CO dapat terakumulasi dan bersifat racun.
- Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
- Fosfat hasil pembusukan NO3 dan pupuk pertanian terakumulasi. Hal ini dapat menyebabkan eutrofikasi yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (alga bloom). Saat alga mati, dekomposer yang menguraikan alga tersebut akan menghabiskan persediaan oksigen daalm proses pembusukan alga. Akibatnya, banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen.
- Tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak. Tumpahan minyak yang menutupi permukaan air menyebabkan banyak organisme akuatik mati. Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan biaya yang mahal. Jika penanggulangannya terlambat, kerugian akan semakin besar. Pencemaran tersebut dapat mengganggu ekosistem laut.
Jika terjadi pencemaran air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini akan semakin meningkat pada organisme pemangsa di tingkat trofik yang lebih tinggi. Fenomena ini disebut biological magnification.
Gambar 2. Eutrofikasi
Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah pencemaran yang disebabkan oleh masuknya polutan berupa zat cair atau padat ke dalam tanah, seperti limbah pertanian dan limbah rumah tangga yang menyebabkan tanah tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Menurut Prawirohartono (1984: 146) polusi tanah dapat disebabkan oleh sampah-sampah yang tidak dapat dihancurkan oleh mikroba, misalnya plastik, kaleng, pecahan kaca, botol dan sebagainya. Penggunaan pestisida pada akhirnya juga akan mencemarkan tanah. Ada beberapa pestisida yang sudah dilarang pemakainannya seperti DDT. Pestisida telah dengan tidak sengaja, membunuh organisme yang hidup di tanah. Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis bahan pencemar berikut:
- Sampah plastik yang sukar terurai, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.
- Detergen yang bersifat nonbiodegradable (sulit diuraikan secara alami).
- Zat kimia dari buangan pertanian, dan insektisida (missal DDT). DDT sulit larut, sehingga konsentrasinya semakin tinggi pada organisme dengan tingkat trofik yang lebih tinggi.
Pencemaran Suara
Pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara bervolume tinggi yang menyebabkan bising dan ketidaktentraman daerah sekitarnya. Pencemaran suara dapat disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, pesawat terbang, mesin pabrik, atau radio/ tape recorder. Pencemaran suara dapat mengganggu pendengaran.
-
-
Komentar
Posting Komentar